jump to navigation

Ban yang Awet untuk Motor Oktober 12, 2011

Posted by motoranyar in motor baru.
Tags: ,
trackback

Kondisi jalan raya di kota-kota besar yang rawan akan tindak kejahatan tebar paku membuat para pengendara kendaraan roda dua alias sepeda motor menjadi berpikir dalam rangka mengatasi ban kendaraannya yang sangat rentan menjadi sasaran kejahatan. Selain itu, bagi pengguna sepeda motor yang membutuhkan kemampuan lebih dari ban sepeda motornya juga akan melirik untuk mengganti ban tube dengan ban tubeless (tubles).

Ban tubeless adalah ban yang dirancang khusus tidak menggunakan ban dalam, sedangkan ban tube wajib dipakaikan ban dalam untuk bisa berjalan menggelinding di jalan raya. Ban tubeless memiliki lapisan sendiri untuk menampung udara sehingga dapat digunakan tanpa harus dipasangi ban dalam. Berikut ini adalah beberapa perbandingan dan perbedaan antara ban tube dengan ban tubeless (ban dengan ban dalam vs tanpa ban dalam) :

1. Harga

Dari segi harga ban tubeless lebih mahal daripada ban biasa karena ban tubles memiliki tambahan lapisan kuat yang kompleks. Sebenarnya ban biasa jika harganya ditambah dengan harga ban dalam serta ongkos pasang/kirim mungkin harganya tidak akan jauh berbeda.

2. Tampilan

Biasanya ban biasa akan terlihat kotak daripada ban tubeless yang lebih bulat bentuknya. Dengan demikian pemakai ban tubeless akan lebih mudah untuk manuver dibandingkan dengan sepeda motor dengan ban biasa.

3. Ketahanan

Ban biasa jelas lebih awet jika digunakan normal yang bisa mencapai dua tahun lebih, sedangkan ban tubles hanya bisa bertahan satu tahunan saja karena memiliki bahan kompon yang lunak.

4. Anti Paku / Anti Bocor

Ban tubeless jika terkena paku biasanya pakunya akan menancap terus pada ban dan udara yang ada di dalam ban akan berkurang sedikit demi sedikit jika robeknya tidak terlalu besar. Jika tidak menyebabkan kebocoran maka ban dapat dipakai terus-menerus tanpa harus cabut paku dan ditambal. Terlebih jika ban tubeless dipadukan dengan cairan khusus pelindung yang akan menambal lubang sendiri ketika bocor.

Sedangkan jika ban yang dipakai adalah ban biasa dengan ban dalam, maka jika tertusuk paku akan membuat ban bocor dan anginnya keluar dalam waktu singkat sehingga motor perlu didorong ke tukang tambal ban ketika bocor mendadak.

5. Isi Ban

Ban tubeless bisa diisi/dipompakan dengan gas nitrogen agar suhu ban tetap stabil dingin tidak mudah panas serta rasanya ringan dikendarai. Kalau ban biasa hanya bisa diisi gas/udara yang biasa saja. Ban tubles bisa diberi cairan pelapis anti bocor untuk mengantisipasi ban bocor tiba-tiba agar kembali seperti sedia kala.

6. Perbaikan Ban Rusak

Saat ban menjadi bocor akibat berbagai sebab, maka baik ban tubeless maupun yang tube butuh perbaikan untuk menambal lubang tersebut di tukang tambal ban atau di bengkel. Yang jelas secara umum, memperbaiki ban tubeless lebih mahal biayanya jika dibandingkan dengan ban biasa. Ban tubles ditambal dari bagian dalam, sedangkan pada ban biasa, harus dikeluarkan dulu ban dalamnya untuk ditambal.

DAN INI CARA MENAMBAL BAN TUBELES

Artikel dari  Mas ElsaBarto ; Bagi mas, bang, cak, bro yang suka berkendara, masalah ban tentu sering ditemui dan harus diwaspadai. Meskipun ban masih baru, tapi kalo lagi apes, kempes juga ketusuk benda lancip seperti paku dan semacamnya. Lalu ban itu digantikan ban serep dan dibawa ke tukang tambal ban. Apa yang dilakukan tukang tambal? Kiamatlah sudah ban baru kita. Ban yang tadinya utuh sekarang ditusuk dengan alat tusuk yang segede kelingking. Ban yang tadinya bocor hanya seujung jarum dibikin bolong kaya mulut pipa. Itu mah namanya tambal ban tubless!

ban_tubeles1Setelah dibolongin, tali serabut disumbatkan ke bolongan ban dengan regangan yang cukup potensial untuk semakin merusak ban. Mulai dari bahan karetnya, anyaman benangnya sampai anyaman kawatnya dibikin sobek dan putus berantakan, sehingga ban kita menjadi semakin lemah. Inilah bentuk kiamat dari ban kita setelah membayar ongkos tambal 8 – 10 ribu perak. Untuk pertama kalinya tambalan mungkin masih bisa bertahan selama beberapa minggu atau bulan. Tapi jika bocor lagi dititik yang sama kagak bisa lagi disumbat dengan tali serabut itu. Tapi harus menggunakan ban dalam

Inilah cara yang jauh lebih unggul (dalam hal kekuatan, tidak merusak sama sekali), hemat waktu, biaya dan tenaga, dan …… dapat dikerjakan sendiri tanpa melepas roda..

  1. Pompa sampai penuh lalu putar perlahan sambil disirami air. Setelah tampak gelembung udara pertanda bocornya, tandai daerah bocor (sebaiknya lingkari pake tip-ex).
  2. Cucilah hingga bersih daerah bocor itu lalu dilap dengan lap kering. Setelah kering tetesi dengan lem power (power glue) merek apa aja sehingga lem meresap ke dalam lubang.
  3. Bantulah dengan menusuk-nusukkan benda lancip seperti paku yang bersih ke lubang agar lem lebih lancar masuk.
  4. Tunggu kering selama beberapa menit. Lalu pompa lagi Ok! Pekerjaan menambal selesai.

Apa keunggulannya?

  • Kuat dan anti gagal. Daya adesif lem power lebih tinggi dibanding daya kohesif karet sendiri, so… titik ini menjadi lebih kuat daripada bagian yang lain. Tidak ada bagian yang mungkin copot atau terpental, karena hanya menggunakan lem. Life time guarantie!
  • Tidak terjadi pelemahan sedikitpun pada jaringan ban.
  • Tidak menambah massa yang mempengaruhi balancing.
  • Tidak akan pernah membutuhkan ban dalam sepanjang umur ban. Menggunakan ban dalam menambah biaya, menambah rumit setting roda, keandalan yang lebih rendah dan risiko kegagalan yang jauh lebih tinggi.
  • Tidak tergantung pada orang lain dan tukang tambal ban maupun alat-alat yang lebih rumit. Dapat dilakukan sendiri dengan mudah, cukup bermodalkan sebuah lem power Rp.1000 saja, dan satu pompa sepeda anak-anak di rumah.
  • Biaya yang jauh lebih rendah. Satu tabung kecil lem power dapat menambal puluhan titik bocor.
  • Kondisi ban tetap utuh, seolah-olah ban tidak pernah mangalami bocor. Tidak merusak jaringan karet, benang dan kawat ban.

Selamat Mencoba

Komentar»

1. DJ Yankuro - Oktober 18, 2011

nice info om….sekarang musti siap2 bawa lem power kemana saja buat jaga2

2. ahmad - Januari 9, 2012

makasih info nya, nice trit gan :)

3. Jamil - Februari 10, 2012

Bro saya mw nanya nich tentang ban sepeda motor…q dah 3x nich terjadi kerusakan pada ban luar bgian belakang entah mblendung dgn sendirix atw sobek kecil lama” menjadi besar…sehingga membuat ban dalam saya sering bocor…padahal hampir 1minggu skali saya tambah anginx/ saya pompa…sepeda motor yg saya pke nich buat ngirim barang” y lumayan berat,kadang galon isi air 4 galon sampe 5 galon..tp itu pke rengkek yg terbuat dr karung dan sayur sayuran yg sudah matang…..nah yg mw saya tanyakan nich kenapa ban saya tiba” kug sobek padahal sebelum sobek itw q sering tambah angin kira” 1mgg x, ban yg saya pke nich IRC smuax..mohon jawabannya, terima kasih.. Tlg balasan klw bisa dikirim lwt sms dgn no 083831791398 a/n jamil…

4. arman - Februari 14, 2012

@ 3. Jamil

1, ban sobek akibat kurang tekanan angin lantas menghajar lubang atau menyeret benda tajam (ranjau) cukup jauh. Jika pakai ban dalam, sobek kecil tidak bikin ban kempis.

2, ban benjol. Menandakan benang konstruksi di dinding putus. “Biasanya bagian samping membentur trotoar. “Kalau benjol di tengah lantaran kondisi suspensi mati, sehingga ban dibiarkan menahan beban berat kendaraan plus pengnendara dan penumpang,

3, kembang ban termakan sebelah. Penyebabnya, beberapa kemungkinan seperti kondisi pelek sudah tidak balance. Kalau menggunakan jari-jari, saran Dorari disetel ulang. Kemungkinan lain, volume sok sudah tidak seimbang. Dampaknya, “kerja suspensi pun jadi tidak sama,

Faktor penyebab lain,bushing swing arm sudah aus, sehingga posisi roda oblak dan bikin ban tidak rata menapak ke permukaan jalan.

5, retak-retak karena terlalu lama disimpan sehingga membuat elestisitasnya berkurang. Lihat kode produksi ban yang terdiri dari 4 angka. Dua angka awal pertanda minggu produksi (bisa minggu pertama, kedua dan seterusnya), sedang dua angka di belakang menandakan tahun produksi.

6. batu kecil/kerikil yang nyelip di kembang ban, ini harus rutin agar dibuang, karena kalau masih berada di kembang ban kalau ada tekanan akan membuat ban lama2 nacap

semoga bisa membantu problemnya bro

5. Dewi Amalia Nur B (@diia_amalia) - Januari 7, 2013

makasi infonya :)
kebetulan pengen pasang ban tubles tapi masih bingung mending ban biasa atau ban tubles maklum cewek kurang tau masalah motor
hehe
terimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: